July 26, 2009

Bosan Dunia Kreatif Indonesia

Saat ini banyak sekali yang namanya acara musik di Tv kesayangan anda. Dari mulai pagi sampai malam-pun juga ada. Inbox yang tayang di SCTV ini merupakan acara musik pelopor dalam memutar video klip musisi Indonesia diluar MTV tentunya. Tapi tanggapannya tidak terlalu heboh seperti Dahsyat di RCTI. Mungkin Inbox tidak banyak mendapat apresiasi dari penikmat musik dalam negeri karena para penyanyi yang tampil hanya lip sync. Sangat kelihatan sekali pada saat penyanyinya melantunkan suaranya tidak tepat pada musik yang sedang dimainkan. Namun patut diacungi jempol karena SCTV mampu menjadi trendsetter dalam acara ini. Disusul RCTI yang membuat acara serupa, dengan Dahsyat-nya mampu menarik jutaan penggemar di dalam negeri hingga negara-negara tetangga. Penyanyi atau band yang tampil secara live jarang sekali lip sync sehingga inilah yang sangat disenangi oleh khalayak ramai. Tapi bukan hanya itu, pembawa acaranya juga menambah hidup suasana seperti Olga Syahputra, Raffi Ahmad dan Luna Maya. Gaya pembawaan dari Olga yang ceplas-ceplos, Luna Maya yang sering digosipkan dengan Ariel Peterpan sering menjadi bulan-bulanan Olga. Selain itu, Raffi Ahmad yang sering dijuluki Playboy ini juga menjadi guyonan yang mampu merengkuh penikmat musik di Indonesia. Hanya tayangan inilah yang mampu mendatangkan Christian Bautista, Anggun C. Sasmi dan Hillary Clinton ke acaranya. Dari kesuksesan Dahsyat-nya RCTI ini banyak sekali stasiun TV lainnya yang ikut mengekor acara serupa. Mulai dari deRing, On The Spot, dan lain sebagainya (saya lupa persisnya karena banyak sekali tayangan seperti ini). Hal ini membuat suatu pertanyaan di benak saya kenapa begitu tidak kreatifnya bangsa ini?

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara infotainment marak sekali di stasiun televisi bahkan yang bikin mengelus dada tayangan ini mengudara ada yang pagi, siang dan juga malam. Seperti orang minum obat saja! Bahkan saking banyaknya, dalam menarik minat masyarakat akan tayangan tentang artis kesayangan mereka ini rela untuk siaran lebih pagi. Bahkan waktu itu ada yang sudah tayang sehabis acara kuliah subuh. Sungguh benar-benar latah. Kali ini pun sama, hanya kali ini acaranya berkaitan dengan musik. Memang dengan acara ini banyak sekali manfaatnya. Seperti mendekatkan musik dari musisi dalam negeri kepada masyarakat Indonesia sendiri, meningkatkan para musisi untuk semakin kreatif seperti yang dicanangkan oleh Presiden SBY dalam mendorong industri kreatif di mana musik termasuk di dalamnya. Akan tetapi sampai kapankah para anak negeri ini mempunyai kreativitas yang sesungguhnya.

Dengan memiliki acara yang sama karena lagi in dan hanya untuk mengejar rating semata, mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka itu tidak kreatif! Bahkan sampai layar lebarpun juga mengalami hal serupa. Seperti yang sudah-sudah, di mana sedang booming film Ada Apa Dengan Cinta yang bersetting anak sekolahan semuanya banyak sekali yang mengekor kesuksesannya, begitu juga setelahnya. Film-film horor mulai jadi primadona setelah para penonton mulai jenuh dengan tontonan yang bertema anak sekolahan. Para Production House mulai berlomba-lomba membuat film yang menyeramkan dengan judul yang semakin aneh-aneh di tiap-tiap kemunculannya. Kapan kita benar-benar punya idealisme dalam berkarya dan bukan hanya untuk mengeruk rupiah semata? Karena hal ini sangat menjengkelkan buat saya.

0 comments:

Post a Comment

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
 

Visitor

Followers

Ponsel Updates Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template